Makna Sumpah Pemuda: Inspirasi untuk Milenial dan Gen Z
25 December 2025
Mohammad Nurul Hilmi
Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia mengenang peristiwa yang menjadi titik balik persatuan yaitu hari Sumpah Pemuda. Lebih dari sekadar tanggal merah, memahami makna Sumpah Pemuda adalah kunci untuk menghargai fondasi negara kita. Momen bersejarah ini lahir dari semangat pemuda yang menolak perpecahan kedaerahan dan bertekad membangun Indonesia yang bersatu.
Kongres Pemuda II tahun 1928 menjadi wadah lahirnya tekad tersebut. Di tengah penjajahan Hindia Belanda, para pemuda dari berbagai daerah bersatu dalam satu visi yaitu Indonesia merdeka. Melalui tiga ikrar yang monumental, mereka meletakkan dasar bagi persatuan nasional yang hingga kini menjadi jiwa bangsa.
Artikel ini akan mengupas tuntas makna Sumpah Pemuda dari setiap ikrar, menelusuri sejarah lahirnya, membahas relevansinya bagi generasi milenial dan Z, serta merekomendasikan beberapa buku inspiratif di platform Baca Buku yang dapat memperdalam pemahaman terhadap peristiwa penting ini.
Latar Belakang dan Sejarah Singkat Sumpah Pemuda
Pada awal abad ke-20, kondisi Hindia Belanda diwarnai oleh sistem kolonial yang menekan kebebasan rakyat. Meskipun pendidikan mulai diperkenalkan, kesempatan untuk bersuara masih terbatas. Namun, munculnya organisasi pemuda kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan lainnya menjadi titik awal kesadaran nasional. Mereka mulai sadar bahwa perlawanan tidak bisa dilakukan secara terpisah.
Kongres Pemuda I yang diadakan pada tahun 1926 menjadi langkah awal bersatunya berbagai organisasi tersebut. Namun, hasilnya masih sebatas membangun komunikasi dan kesepahaman. Dua tahun kemudian, Kongres Pemuda II diadakan pada tanggal 27–28 Oktober 1928 di Jakarta (dahulu Batavia), dan menjadi momentum yang lebih matang.
Tokoh-tokoh penting seperti Sugondo Djojopuspito, Muhammad Yamin, W.R. Supratman, dan Amir Sjarifuddin berperan besar dalam perumusan ikrar bersejarah itu. Di penghujung kongres, lagu “Indonesia Raya” untuk pertama kalinya dikumandangkan, menandai lahirnya semangat nasionalisme yang melampaui batas etnis dan daerah.
Dari sinilah lahir tiga ikrar yang menjadi inti dari makna Sumpah Pemuda yaitu tanah air satu, bangsa satu, dan bahasa satu.
Mohammad Nurul Hilmi
hilmiannaufal72@gmail.com
Alhamdulillah